Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Agustus 2016

Berkunjung Ke Kota Mati di Suriah

Athba.net | Kota Mati terletak di daerah tinggi batu kapur yang dikenal sebagai Limestone Massif . Permukiman kuno meliputi lebar 20-40 km (12-25 mil) dan panjang 140 km (87 mil) . mencakup tiga kelompok dataran tinggi: yang pertama adalah kelompok pertama Gunung Simeon dan Gunung Kurdi di utara , kelompok kedua adalah kelompok Gunung Harim di tengah dan kelompok ketiga adalah kelompok Gunung .Zawiyah di selatan. Merupakan lebih dari 700 pemukiman dari era Romawi dan Byzantium pada abad ke 5 dan 8 yang ditinggalkan.Pemukiman memiliki sisa-sisa arsitektur terawat baik tempat tinggal, kuil pagan, gereja, tangki air, pemandian dll kota Penting mati termasuk Gereja Saint Simeon Stylites , Serjilla dan al Bara . Ini disebut "Kota Mati" nama -a diberikan oleh beberapa explorers- Eropa awal ada dalam keadaan yang luar biasa dari pelestarian. Utuh adalah bangunan dan rumah-rumah, ratusan candi pagan, gereja-gereja dan tempat-tempat suci Kristen, monumen penguburan, pemandian, dan banyak lagi.

Lokasi Kota Mati di bagian barat laut Suriah

Desa-desa ini atau kota-kota yang pernah menjadi produsen pertanian utama seperti gandum, buah zaitun, minyak zaitun, dan anggur. Kemudian iklim berubah. Kekeringan dan peningkatan suhu yang mesebabkan tanah menjadi tidak produktif. Pada saat yang sama, penaklukan oleh bangsa Arab merubah rute perdagangan dan desa-desa ini kehilangan mayoritas bisnis. Akhirnya, desa-desa yang ditinggalkan dan penduduknya mulai menuju kota-kota lain yang berkembang di bawah Arab.

Salah satu yang terbesar dan paling mengesankan dari "kota mati" adalah Al-Bara. Terletak 90 km sebelah barat daya dari Aleppo. Al-Bara tidak terpengaruh oleh penaklukan Muslim di abad ke-7, tetapi jatuh ke Tentara Salib di abad ke-11 hingga ditaklukkan oleh Mamluk di abad ke-12. dan Gempa bumi pada tahun 1157 membuat kota Al-Bara ditinggalkan penduduknya.

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/

http://www.athba.net/
Banyak situs lain dan kota-kota mati di daerah tersebut terletak pada berbagai jarak sekitar Aleppo dan Idlib: Serjilla , Ebla , Bara , Qalb Loze Basilica, Baqirha Byzantine Church,Gereja Deir Mishmish , Benastur Monastery, gereja Deir Amman, dan permukiman lain yang masih banyak ditemukan di wilayah Jabal halaqah.
Desa-desa yang sekarang merupakan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO.
sumber:wikipedia

Sabtu, 30 Juli 2016

Tragedi Kemanuasiaan Yang Pernah Terjadi Di Indoensia

Athba.net | Disebuah negara yang besar apalagi negara seperti indonesia yg memiliki banyak suku, banyak budaya dan banyak lagi lainya pasti tidak selalu aman dan damai, pasti ada konflik konflik didalamnya, konflik yang banyak memakan korban tentunya, mungkin article ini akan membangkitkan lagi ingatan kita semua, bukan bermaksud apa apa, bukan bermaksud untuk membuka luka lama dan dendam, tapi disini saya bermaksud untuk mengenang kembali sejarah itu dan menjadikan kedepanya lebih baik, sebagai bahan instropeksi dari kejadian itu, langsung saja ini tragedi kemanusiaan yang pernah terjadi di indonesia.


Pembantaian Rawagede

http://www.athba.net/

Pembantaian Rawagede adalah peristiwa pembantaian penduduk Kampung Rawagede (sekarang terletak di Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang), di antara Karawang dan Bekasi, oleh tentara Belanda pada tanggal 9 Desember 1947 sewaktu melancarkan agresi militer pertama. Sejumlah 431 penduduk menjadi korban pembantaian ini. Ketika tentara Belanda menyerbu Bekasi, ribuan rakyat mengungsi ke arah Karawang. Pertempuran kemudian berkobar di daerah antara Karawang dan Bekasi, mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa dari kalangan sipil. Pada tanggal 4 Oktober 1948, tentara Belanda melancarkan pembersihan. Dalam peristiwa ini 35 orang penduduk Rawagede dibunuh tanpa alasan jelas. Peristiwa dikira menjadi inspirasi dari sajak terkenal Chairil Anwar berjudul Antara Karawang dan Bekasi, namun ternyata dugaan tersebut tidak terbukti.Pada 14 September 2011, Pengadilan Den Haag menyatakan pemerintah Belanda harus bertanggung jawab dan membayar kompensasi bagi korban dan keluarganya.



Pembantaian Westerling


http://www.athba.net/

Pembantaian Westerling adalah sebutan untuk peristiwa pembunuhan ribuan rakyat sipil di Sulawesi Selatan yang dilakukan oleh pasukan Belanda Depot Speciale Troepen pimpinan Raymond Pierre Paul Westerling. Peristiwa ini terjadi pada bulan Desember 1946-Februari 1947 selama operasi militer Counter Insurgency (penumpasan pemberontakan).


Berapa ribu rakyat Sulawesi Selatan yang menjadi korban keganasan tentara Belanda hingga kini tidak jelas. Tahun 1947, delegasi Republik Indonesia menyampaikan kepada Dewan Keamanan PBB, korban pembantaian terhadap penduduk, yang dilakukan oleh Kapten Raymond Westerling sejak bulan Desember 1946 di Sulawesi Selatan mencapai 40.000 jiwa.Pemeriksaan Pemerintah Belanda tahun 1969 memperkirakan sekitar 3.000 rakyat Sulawesi tewas dibantai oleh Pasukan Khusus pimpinan Westerling, sedangkan Westerling sendiri mengatakan, bahwa korban akibat aksi yang dilakukan oleh pasukannya “hanya” 600 orang. Perbuatan Westerling beserta pasukan khususnya dapat lolos dari tuntutan pelanggaran HAM Pengadilan Belanda karena sebenarnya aksi terornya yang dinamakan contra-guerilla, memperoleh izin dari Letnan Jenderal Spoor dan Wakil Gubernur Jenderal Dr. Hubertus Johannes van Mook. Jadi yang sebenarnya bertanggungjawab atas pembantaian rakyat Sulawesi Selatan adalah Pemerintah dan Angkatan Perang Belanda.Pembantaian tentara Belanda di Sulawesi Selatan ini dapat dimasukkan ke dalam kategori kejahatan atas kemanusiaan (crimes against humanity), yang hingga sekarangpun dapat dimajukan ke pengadilan internasional, karena untuk pembantaian etnis (Genocide) dan crimes against humanity, tidak ada kadaluarsanya. Perlu diupayakan, peristiwa pembantaian ini dimajukan ke International Criminal Court (ICC) di Den Haag, Belanda.


Tragedi Mergosono

Tragedi Mergosono adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang terjadi pada tanggal 31 Juli 1947 di kota Malang tepatnya di daerah Mergosono. Peristiwa ini ditandai dengan ditemukannya 30 mayat orang Tionghoa (laki-laki dan perempuan) di bekas pabrik pembuatan mi di Mergosono. Tanda-tanda penyiksaan yang hebat sangat terlihat, karena semua korban disirami dengan bensin terlebih dahulu, lalu kemudian dibakar. Tuduhan yang dilontarkan kepada para korban adalah karena para korban bekerja sebagai mata-mata Belanda. Jenazah para korban baru dimakamkan secara massal pada tanggal 3 Agustus di tahun yang sama.

Pelaku perbuatan yang sangat keji ini diperkirakan dilakukan oleh pasukan tentara revolusioner. Selain korban jiwa, terdapat juga banyak kerugian materiil akibat penjarahan di kota Malang pada tanggal 22 dan 23 Juli 1947 (beberapa hari sebelum terjadinya tragedi) oleh massa yang sulit sekali untuk dikendalikan.


Pembantaian di Indonesia 1965–1966 ( Pembantaian Komunis )

Pembantaian di Indonesia 1965–1966 adalah peristiwa pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh komunis di Indonesia pada masa setelah terjadinya Gerakan 30 September di Indonesia. Diperkirakan lebih dari setengah juta orang dibantai dan lebih dari satu juta orang dipenjara dalam peristiwa tersebut. Pembersihan ini merupakan peristiwa penting dalam masa transisi ke Orde Baru: Partai Komunis Indonesia (PKI) dihancurkan, pergolakan mengakibatkan jatuhnya presiden Soekarno, dan kekuasaan selanjutnya diserahkan kepada Soeharto.

Meskipun garis besar peristiwa diketahui, namun tidak banyak yang diketahui mengenai pembantaiannya, dan jumlah pasti korban meninggal hampir tak mungkin diketahui.Hanya ada sedikit wartawan dan akademisi Barat di Indonesia pada saat itu. Angkatan bersenjata merupakan satu dari sedikit sumber informasi, sementara rezim yang melakukan pembantaian berkuasa sampai tiga dasawarsa. Media di Indonesia ketika itu dibatasi oleh larangan-larangan di bawah “Demokrasi Terpimpin” dan oleh “Orde Baru” yang mengambil alih pada Oktober 1966. Karena pembantaian terjadi di puncak Perang Dingin, hanya sedikit penyelidikan internasional yang dilakukan, karena berisiko memperkusut prarasa Barat terhadap Soeharto dan “Orde Baru” atas PKI dan “Orde Lama”.

Dalam waktu 20 tahun pertama setelah pembantaian, muncul tiga puluh sembilan perkiraan serius mengenai jumlah korban. Sebelum pembantaian selesai, angkatan bersenjata memperkirakan sekitar 78.500 telah meninggal sedangkan menurut orang-orang komunis yang trauma, perkiraan awalnya mencapai 2 juta korban jiwa. Di kemudian hari, angkatan bersenjata memperkirakan jumlah yang dibantai dapat mencapai sekitar 1 juta orang. Pada 1966, Benedict Anderson memperkirakan jumlah korban meninggal sekitar 200.000 orang dan pada 1985 mengajukan perkiraan mulai dari 500,000 sampai 1 juta orangSebagian besar sejarawan sepakat bahwa setidaknya setengah juta orang dibantai,l ebih banyak dari peristiwa manapun dalam sejarah Indonesia.Suatu komando keamanan angkatan bersenjata memperkirakan antara 450.000 sampai 500.000 jiwa dibantai. Para korban dibunuh dengan cara ditembak, dipenggal, dicekik, atau digorok oleh angkatan bersenjata. Pembantaian dilakukan dengan cara “tatap muka”, tidak seperti proses pembantaian massal oleh Khmer Merah di Kamboja atau oleh Jerman Nazi di Eropa.


Penembakan misterius

Penembakan Misterius atau sering disingkat Petrus (operasi clurit) adalah suatu operasi rahasia dari Pemerintahan Suharto pada tahun 1980-an untuk menanggulangi tingkat kejahatan yang begitu tinggi pada saat itu. Operasi ini secara umum adalah operasi penangkapan dan pembunuhan terhadap orang-orang yang dianggap mengganggu keamanan dan ketentraman masyarakat khususnya di Jakarta dan Jawa Tengah. Pelakunya tak jelas dan tak pernah tertangkap, karena itu muncul istilah “petrus”, penembak misterius.

Petrus berawal dari operasi pe­nang­gulangan kejahatan di Jakarta. Pada tahun 1982, Soeharto memberikan peng­har­gaan kepada Kapolda Metro Jaya, Mayjen Pol Anton Soedjarwo atas keber­ha­silan membongkar perampokan yang meresahkan masyarakat. Pada Maret tahun yang sama, di hadap­an Rapim ABRI, Soehar­to meminta polisi dan ABRI mengambil lang­kah pemberantasan yang efektif me­ne­kan angka kriminalitas. Hal yang sama diulangi Soeharto dalam pidatonya tanggal 16 Agustus 1982. Permintaannya ini disambut oleh Pang­­­opkamtib Laksamana Soedomo da­lam rapat koordinasi dengan Pangdam Ja­ya, Kapolri, Kapolda Metro Jaya dan Wagub DKI Jakarta di Markas Kodam Metro Ja­ya tanggal 19 Januari 1983. Dalam rapat itu diputuskan untuk melakukan Operasi Clurit di Jakarta, langkah ini kemudian diikuti oleh kepolisian dan ABRI di ma­sing-masing kota dan provinsi lainnya

Pada tahun 1983 tercatat 532 orang tewas, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan. Pada Tahun 1984 ada 107 orang tewas, di an­­taranya 15 orang tewas ditembak. Ta­hun 1985 tercatat 74 orang tewas, 28 di an­taranya tewas ditembak. Para korban Pe­trus sendiri saat ditemukan masyarakat da­lam kondisi tangan dan lehernya te­ri­kat. Kebanyakan korban juga dimasukkan ke dalam karung yang ditinggal di pinggir jalan, di depan rumah, dibuang ke sungai, la­ut, hutan dan kebun. Pola pengambilan pa­ra korban kebanyakan diculik oleh orang tak dikenal dan dijemput aparat ke­amanan. Petrus pertama kali dilancarkan di Yogyakarta dan diakui terus terang Dandim 0734 Letkol CZI M Hasbi (kini Wakil Ketua DPRD Jateng, red) sebagai operasi pembersihan para gali (Kompas, 6 April 1983). Panglima Kowilhan II Jawa-Madura Letjen TNI Yogie S. Memet yang punya rencana mengembangkannya. (Kompas, 30 April 1983). Akhirnya gebrakan itu dilanjutkan di berbagai kota lain, hanya saja dilaksanakan secara tertutup

Masalah Petrus waktu itu memang jadi berita hangat, ada yang pro dan kontra, baik dari kalangan hukum, politisi sampai pe­megang kekuasaan. Amnesti Internasional pun juga mengirimkan surat untuk menanyakan kebijakan pemerintah Indonesia ini.


Peristiwa Tanjung Priok

Peristiwa Tanjung Priok adalah peristiwa kerusuhan yang terjadi pada 12 September 1984 di Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia yang mengakibatkan sejumlah korban tewas dan luka-luka serta sejumlah gedung rusak terbakar. Sekelompok massa melakukan defile sambil merusak sejumlah gedung dan akhirnya bentrok dengan aparat yang kemudian menembaki mereka. Setidaknya 9 orang tewas terbakar dalam kerusuhan tersebut dan 24 orang tewas oleh tindakan aparat Pada tahun 1985, sejumlah orang yang terlibat dalam defile tersebut diadili dengan tuduhan melakukan tindakan subversif, lalu pada tahun 2004 sejumlah aparat militer diadili dengan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia pada peristiwa tersebut


Insiden Dili

Insiden Santa Cruz (juga dikenal sebagai Pembantaian Santa Cruz) adalah penembakan pemrotes Timor Timur di kuburan Santa Cruz di ibu kota Dili pada 12 November 1991.

Para pemrotes, kebanyakan mahasiswa, mengadakan aksi protes mereka terhadap pemerintahan Indonesia pada penguburan rekan mereka, SebastiĂŁo Gomes, yang ditembak mati oleh pasukan Indonesia sebulan sebelumnya. Para mahasiswa telah mengantisipasi kedatangan delegasi parlemen dari Portugal, yang masih diakui oleh PBB secara legal sebagai penguasa administrasi Timor Timur. Rencana ini dibatalkan setelah Jakarta keberatan karena hadirnya Jill Joleffe sebagai anggota delegasi itu. Joleffe adalah seorang wartawan Australia yang dipandang mendukung gerakan kemerdekaan Fretilin.Dalam prosesi pemakaman, para mahasiswa menggelar spanduk untuk penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan, menampilkan gambar pemimpin kemerdekaan Xanana Gusmao. Pada saat prosesi tersebut memasuki kuburan, pasukan Indonesia mulai menembak. Dari orang-orang yang berdemonstrasi di kuburan, 271 tewas, 382 terluka, dan 250 menghilang. Salah satu yang meninggal adalah seorang warga Selandia Baru, Kamal Bamadhaj, seorang pelajar ilmu politik dan aktivis HAM berbasis di Australia.

Kejadian ini kini diperingati sebagai Hari Pemuda oleh negara Timor Leste yang merdeka. Tragedi 12 November ini dikenang oleh bangsa Timor Leste sebagai salah satu hari yang paling berdarah dalam sejarah mereka, yang memberikan perhatian internasional bagi perjuangan mereka untuk merebut kemerdekaan.


Tragedi Trisakti

Tragedi Trisakti adalah peristiwa penembakan, pada 12 Mei 1998, terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, Indonesia serta puluhan lainnya luka.

Mereka yang tewas adalah Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Mereka tewas tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti kepala, leher, dan dada.
tidak banyak yg perlu saya jelaskan karena disini kebanyakan sudah pada tau asal usul dan sejarahnya


Tragedi Semanggi

ragedi Semanggi menunjuk kepada dua kejadian protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa yang mengakibatkan tewasnya warga sipil. Kejadian pertama dikenal dengan Tragedi Semanggi I terjadi pada 11-13 November 1998, masa pemerintah transisi Indonesia, yang menyebabkan tewasnya 17 warga sipil. Kejadian kedua dikenal dengan Tragedi Semanggi II terjadi pada 24 September 1999 yang menyebabkan tewasnya seorang mahasiswa dan sebelas orang lainnya di seluruh jakarta serta menyebabkan 217 korban luka – luka

Selain di Jakarta, pada aksi penolakan UU PKB ini korban juga berjatuhan di Lampung dan Palembang. Pada Tragedi Lampung 28 September 1999, 2 orang mahasiswa Universitas Lampung, Muhammad Yusuf Rizal dan Saidatul Fitriah, tewas tertembak di depan Koramil Kedaton. Di Palembang, 5 Oktober 1999, Meyer Ardiansyah (Universitas IBA Palembang) tewas karena tertusuk di depan Markas Kodam II/Sriwijaya.

mungkin ini yg saya tau tentang tragedi kemanusiaan yg ada di indonesia, mungkin masih kurang dari tulisan saya harap di maklumi.. saya hanya mengurutkan saja kejadian kejadian dari tahun ke tahun

Sumber : sejarah indonesia

Senin, 25 Juli 2016

Kota Melingkar Di Baghdad

http://www.athba.net/

Athba.net | Kota Baghdad yang di juluki kota 1001 malam yang kini porak poranda karena perang saudara sejak tergulingnya saddam hussein , Baghdad sebagai Ibukota negara irak yang didirikan pada abad ke-8 sebagai ibukota Khilafah Abbasiyah, oleh khalifah al-Mansur. Khilafah yang pada masa itu baru saja mengalahkan penguasa sebelumnya, yaitu Bani Umayyah, dan al-Mansur ingin memiliki aturan sendiri dalam pemerintahannya. Dia memilih sebuah situs sekitar 30 km ke arah utara dari ibukota Sassanid yaitu Ctesiphon, di sepanjang tepi Sungai Tigris, dan mulai menyusun rencana untuk desain dan konstruksi.


Al-Mansur ingin Baghdad menjadi kota yang sempurna, menjadi ibukota kerajaan Islam di bawah kekuasaan Khilafah Abbasiyah. Untuk itu, ia membawa ribuan arsitek, insinyur, surveyor, tukang kayu, pandai besi dan lebih dari seratus ribu pekerja dari seluruh kerajaan Abbasiyah. Dia berkonsultasi dengan astrolog, dan menurut nasihat mereka, meletakkan batu bata seremonial pertama pada tanggal 30 Juli 762.

Kota yang aslinya dirancang dalam bentuk lingkaran dengan diameter 2 km. Lingkaran itu merupakan hasil pembelajaran khalifah dengan ajaran geometri Euclid dari matematikawan kuno dari yunani. Di pusat kota berdiri dua bangunan terbaik di kota, yaitu Masjid Agung dan tempat tinggal khalifah, Golden Gate Palace. Di sekeliling istana dan masjid ada sebuah taman terbuka, dan bangunan pesisir yang merupakan sebuah tempat di mana hanya khalifah saja yang diizinkan untuk naik di atas kuda.

Di perimeter setelahnya ada sebuah tempat yang besar sebagai istana anak-anak khalifah, rumah untuk staf kerajaan dan pegawai, dapur khalifah, barak untuk penjaga kuda dan kantor-kantor negara lainnya. Daerah tengah ini dilindungi oleh dinding bagian dalam.

Tempat tinggal dan bangunan komersial terkonsentrasi di cincin antara dinding luar kota dan lapisan ke dua benteng. Tembok perimeter eksterior memiliki tinggi 30 meter dan tebal 44 meter. Bangunan ini dimahkotai dengan benteng dan diapit oleh benteng pertahanan di sekelilingnya juga terdapat parit yang dalam.

Kota kuno ini dibagi menjadi empat bagian dengan dua jalan tegak lurus memotong jalan yang menembus dari ujung ke ujung dinding perimeter luar dan berakhir pada empat gerbang. Empat gerbang masing-masing titik menuju kota yang berbeda yaitu Basra, Kufah, Khurasan dan Damaskus. Gerbang akan membuka ke sebuah jalan yang berturut-turut di sekitar lingkaran yang dihuni eksterior.

Sayangnya, tidak ada yang tersisa dari bangunan tersebut sampai hari ini. Jejak-jejak terakhir dari al-Mansur dihancurkan pada 1870-an termasuk kota melingkar tersebut ketika Midhat Pasha menjadi Gubernur Ottoman dari Baghdad. Midhat Pasha mungkin memiliki sedikit minat dalam melestarikan sejarah, tetapi reformasi besar yang ia diperkenalkan untuk Baghdad dan Irak pada umumnya mampu mengubah wajah kota.

Dia berhasil membangun sekolah yang tak terhitung jumlahnya dan lembaga pendidikan yang tidak ada di Baghdad, serta rumah sakit, lumbung, taman umum, sistem irigasi, jalan dan jembatan. Dia memperkenalkan reformasi tanah dan undang-undang pajak serta mendorong suku nomaden untuk menetap dan mengolah. Tiga tahun Midhat Pasha menjabat sebagai gubernur merupakan tahun yang paling penting dalam sejarah modern Baghdad.


Selasa, 14 Juni 2016

34 Kota Hilang yang Terlupakan oleh Waktu

23.Palmyra

http://www.athba.net/

Selama berabad-abad Palmyra ("kota pohon korma") adalah sebuah kota penting dan kaya terletak di sepanjang rute kafilah yang menghubungkan Persia dengan pelabuhan Mediterania Romawi Suriah. Dimulai pada 212, perdagangan Palmyra yang berkurang sebagai Sassanids menduduki mulut sungai Tigris dan Efrat. Kaisar Romawi Diocletian membangun dinding dan memperluas kota dalam rangka untuk mencoba dan menyelamatkannya dari ancaman Sassanid. Kota ini ditangkap oleh orang-orang Arab Muslim di 634 tapi tetap utuh. Kota ini menurun di bawah kekuasaan Ottoman, mengurangi tidak lebih dari sebuah desa oasis. Pada abad ke-17 lokasi ini ditemukan kembali oleh wisatawan barat.


 24. Ctesphon

http://www.athba.net/

Pada abad ke-6 Ctesiphon adalah salah satu kota terbesar di dunia dan salah satu kota besar Mesopotamia kuno. Karena pentingnya, Ctesiphon adalah sasaran militer utama untuk Kekaisaran Romawi dan ditangkap oleh Roma, dan kemudian Kekaisaran Bizantium, lima kali. Kota ini jatuh ke tangan Muslim selama penaklukan Islam Persia pada 637. Setelah berdirinya ibukota Abbasiyah di Baghdad pada abad ke-8 kota pergi ke penurunan yang cepat dan segera menjadi kota hantu. Ctesiphon diyakini menjadi dasar untuk kota Isbanir dalam Seribu Satu Malam. Terletak di Irak, hanya terlihat tetap hari ini adalah besar lengkungan Taq-i Kisra.


25.  Hvalse

http://www.athba.net/

Hvalsey adalah farmstead Penyelesaian Timur, yang terbesar dari tiga pemukiman Viking di Greenland. Mereka menetap di sekitar 985 Masehi oleh Norse petani dari Islandia. Pada puncaknya situs berisi sekitar 4.000 jiwa. Menyusul runtuhnya Penyelesaian Barat pada pertengahan abad keempat belas, Penyelesaian Timur terus selama 60-70 tahun. Pada 1408 pernikahan tercatat di Gereja Hvalsey, tapi itu kata terakhir datang dari Greenland.


26.  Ani

http://www.athba.net/

Hvalsey adalah farmstead Penyelesaian Timur, yang terbesar dari tiga pemukiman Viking di Greenland. Mereka menetap di sekitar 985 Masehi oleh Norse petani dari Islandia. Pada puncaknya situs berisi sekitar 4.000 jiwa. Menyusul runtuhnya Penyelesaian Barat pada pertengahan abad keempat belas, Penyelesaian Timur terus selama 60-70 tahun. Pada 1408 pernikahan tercatat di Gereja Hvalsey, tapi itu kata terakhir datang dari Greenland.


 27. Palenque

http://www.athba.net/

Palenque di Meksiko jauh lebih kecil dari beberapa kota yang hilang lain dari Maya, tapi mengandung beberapa arsitektur terbaik dan patung Maya yang pernah diproduksi. Kebanyakan struktur in Palenque dari sekitar 600 AD sampai 800 AD. Kota ini menurun selama abad ke-8.Populasi pertanian terus tinggal di sini selama beberapa generasi, maka kota yang hilang ditinggalkan dan perlahan-lahan tumbuh alih oleh hutan.


28. Tiwanaku

http://www.athba.net/

Terletak dekat pantai selatan-timur Danau Titicaca di Bolivia, Tiwanaku merupakan salah satu prekursor paling penting untuk Kekaisaran Inca. Selama periode waktu antara 300 SM dan 300 Masehi Tiwanaku diperkirakan telah menjadi pusat moral dan kosmologis yang banyak orang melakukan ziarah. Masyarakat tumbuh proporsi perkotaan antara abad ke-7 dan ke-9, menjadi kekuatan regional yang penting di Andes selatan. Pada titik maksimalnya, kota itu antara 15,000-30,000 penduduk meskipun citra satelit terakhir menunjukkan populasi yang jauh lebih besar. Sekitar 1000 Masehi, setelah perubahan dramatis dalam iklim, Tiwanaku menghilang sebagai produksi pangan, sumber kekaisaran kekuasaan dan otoritas, mengering.


29.  Pompeii

http://www.athba.net/

Pada tanggal 24 Agustus, 79 AD, gunung berapi Vesuvius meletus, meliputi dekat kota Pompeii dengan abu dan tanah, dan kemudian melestarikan kota di negaranya dari hari yang menentukan. Semuanya dari guci dan meja untuk lukisan dan orang-orang membeku dalam waktu. Pompeii, bersama dengan Herculaneum, ditinggalkan dan akhirnya nama dan lokasi mereka terlupakan. Mereka kembali sebagai hasil penggalian di abad ke-18. Kota-kota yang hilang telah memberikan wawasan yang luar biasa rinci ke dalam kehidupan orang yang hidup dua ribu tahun yang lalu.


30.  Teotihuacan

http://www.athba.net/

Pada abad ke-2 SM sebuah peradaban baru muncul di lembah Meksiko. Peradaban ini dibangun metropolis berkembangnya Teotihuacán dan itu langkah besar piramida. Penurunan populasi pada abad ke-6 Masehi telah berkorelasi dengan kekeringan panjang terkait dengan perubahan iklim. Tujuh abad setelah runtuhnya kekaisaran Teotihuacán piramida kota yang hilang dihormati dan dimanfaatkan oleh suku Aztec dan menjadi tempat ziarah.

31. Petra
http://www.athba.net/

Petra, dongeng "naik kota merah, setengah setua waktu", adalah ibukota kuno dari Kerajaan Nabatea. A, kota yang unik yang luas, diukir di sisi Wadi Musa Canyon di selatan Yordania abad yang lalu oleh Nabataeans, yang mengubahnya menjadi sebuah persimpangan penting bagi rute sutra dan rempah-rempah yang menghubungkan Cina, India dan Arab selatan dengan Mesir, Yunani, dan Roma. Setelah beberapa gempa bumi melumpuhkan sistem pengelolaan air penting kota itu hampir sepenuhnya ditinggalkan pada abad ke-6. Setelah Perang Salib, Petra dilupakan di dunia Barat sampai kota yang hilang ditemukan kembali oleh Swiss wisatawan Johann Ludwig Burckhardt pada tahun 1812.


 32. Tikal

http://www.athba.net/

Antara ca. 200-900 AD, Tikal adalah kota terbesar Maya dengan perkiraan populasi antara 100.000 dan 200.000 jiwa. Sebagai Tikal mencapai puncak populasi, daerah sekitar kota mengalami penggundulan hutan dan erosi diikuti oleh penurunan cepat dalam tingkat populasi. Tikal kehilangan mayoritas penduduknya selama periode 830-950 dan otoritas pusat tampaknya telah runtuh dengan cepat. Setelah 950, Tikal itu semua tapi sepi, meskipun populasi kecil dapat bertahan di gubuk di antara reruntuhan. Bahkan orang-orang meninggalkan kota di abad ke-10 atau ke-11 dan hutan hujan Guatemala mengklaim reruntuhan untuk seribu tahun ke depan.



33.  Ankor wat

http://www.athba.net/

Angkor adalah kota candi yang luas di Kamboja yang menampilkan sisa-sisa megah beberapa ibukota Kekaisaran Khmer, dari 9 hingga abad ke-15. Ini termasuk kuil Angkor Wat yang terkenal, monumen keagamaan yang terbesar di dunia, dan candi Bayon (di Angkor Thom) dengan banyak nya wajah batu besar. Selama sejarah panjang Angkor mengalami banyak perubahan dalam agama Hindu mengkonversi antara agama Buddha beberapa kali. Akhir periode Angkorian umumnya ditetapkan sebagai 1431, tahun Angkor dipecat dan dijarah oleh Ayutthaya penjajah, meskipun peradaban sudah telah menurun. Hampir semua Angkor ditinggalkan, kecuali untuk Angkor Wat, yang masih merupakan kuil Buddha.


34. Machu Picchu

http://www.athba.net/

alah satu kota hilang yang paling terkenal di dunia, Machu Picchu ditemukan kembali pada tahun 1911 oleh sejarawan Hiram Hawaii setelah berbaring tersembunyi selama berabad-abad di atas Urubamba Loire. The "Lost Kota Inca" tidak terlihat dari bawah dan benar-benar mandiri, dikelilingi oleh teras pertanian dan disiram oleh air alami. Meskipun dikenal secara lokal di Peru, itu sebagian besar tidak diketahui dunia luar sebelum ditemukan kembali pada tahun 1911.

====>kembali ke awal
























Sabtu, 11 Juni 2016

34 Kota Hilang yang Terlupakan oleh Waktu

Athba.net | Sulit untuk membayangkan bagaimana seluruh kota bisa terlupakan, tapi itulah yang terjadi pada kota-kota yang hilang di daftar ini. Sebenarnya ada banyak alasan mengapa kota harus ditinggalkan. Perang, bencana alam, perubahan iklim dan hilangnya mitra dagang penting. Apapun penyebabnya, kota-kota hilang yang terlupakan dalam waktu sampai mereka ditemukan kembali berabad kemudian.

1. Carthage
http://www.athba.net/

Terletak Tunisia, Carthage didirikan oleh koloni Phoenix dan menjadi kekuatan utama di Laut Tengah.Yang menghasilkan persaingan dengan Syracuse dan Roma diselingi oleh beberapa perang dengan invasi tanah air masing-masing, yang paling menonjol invasi Italia oleh Hannibal. Kota ini dihancurkan oleh bangsa Romawi pada 146 SM. Bangsa Romawi menggeledah dari rumah ke rumah, menangkap, memperkosa dan memperbudak orang-orang sebelum membakar Carthage Namun, Roma kembali mendirikan Carthage, yang menjadi salah satu kota terbesar dan paling penting Kekaisaran romawi. Tetap menjadi sebuah kota penting sampai hancur untuk kedua kalinya pada 698 AD selama penaklukan Islam.



2. Ciudad Perdida

http://www.athba.net/

Ciudad Perdida dalam bahasa spanyol berart "Lost City" adalah sebuah kota kuno di Sierra Nevada, Kolombia, diyakini telah didirikan sekitar 800 AD. Kota yang hilang terdiri dari serangkaian teras gunung yang diukir,  jalanan ubin dan beberapa plaza bundar kecil. Anggota suku setempat menamakan kota Teyuna dan percaya itu adalah pusat dari desa yang dihuni oleh leluhur mereka, Tairona .yang tampaknya ditinggalkan selama penaklukan Spanyol.


3. Troy

http://www.athba.net/

Troy adalah kota legendaris yang sekarang Turki sebelah barat laut, yang terkenal dalam puisi epik Homer, Iliad. Menurut Iliad, ini adalah tempat di mana Perang Troya berlangsung. Situs arkeologi dari Troy berisi beberapa lapisan reruntuhan. Lapisan Troy ke VIIA mungkin adalah Troy dari Homer dan telah ada hingga ke pertengahan akhir abad ke-13 SM.


4.  Skara Brae

http://www.athba.net/

Terletak di pulau utama Orkney, Skara Brae adalah salah satu  Desa Neolitik paling lengkap di Eropa. Itu tertutup selama ratusan tahun oleh gundukan pasir.Pada musim dingin 1850, badai parah melanda Skotlandia yang menyebabkan kerusakan dan lebih dari 200 kematian. Dinding batu relatif terpelihara dengan baik karena tempat tinggal yang terisi oleh pasir segera setelah situs itu ditinggalkan. Karena tidak ada pohon-pohon di pulau itu, furnitur harus terbuat dari batu dan dengan demikian juga selamat. Skara Brae dibangun dari sekitar 3180 SM-2500 SM. Setelah iklim berubah, menjadi jauh lebih dingin dan basah, pemukiman ditinggalkan oleh penghuninya.


5. Memphis

http://www.athba.net/ 

Memphis, didirikan sekitar 3.100 SM, adalah kota legendaris Menes, Raja yang bersatu Hulu dan Hilir Mesir. Awal, Memphis mungkin sebuah benteng yang Menes menguasai jalur darat dan air antara Mesir Atas dan Delta. Oleh Dinasti Ketiga, Saqqara telah menjadi sebuah kota yang cukup besar. Itu jauh hingga ke Nubia, Asyur, Persia, dan Macedonia di bawah Alexander Agung. Arti pentingnya sebagai pusat keagamaan dirusak oleh munculnya agama Kristen dan kemudian Islam. Saat itu ditinggalkan setelah penaklukan Muslim Mesir pada 640 Masehi. Reruntuhan meliputi candi besar dari Ptah, istana kerajaan, dan patung kolosal Rameses II. Terdekat adalah piramida Saqqara.



6. Caral

http://www.athba.net/

Terletak di Lembah Supe di Peru, Caral adalah salah satu kota hilang yang paling kuno di Amerika. Yang dihuni antara tahun 2600 SM dan 2000 SM. Menampung lebih dari 3.000 penduduk, itu adalah salah satu kota terbesar dari Chico peradaban Norte. Memiliki pusat ruang publik dengan enam gundukan platform besar disusun di sekitar plaza besar. Semua kota-kota hilang di lembah Supe bersamaan dengan Caral. Mereka memiliki platform kecil atau lingkaran batu. Caral mungkin adalah fokus peradaban ini.

7. Babel

http://www.athba.net/

Babel, ibukota Babilonia, sebuah kerajaan kuno Mesopotamia, adalah sebuah kota di Sungai Efrat. Kota ini berubah menjadi anarki sekitar tahun 1180 SM, tetapi berkembang sekali lagi sebagai negara anak perusahaan dari Kekaisaran Asyur setelah abad ke-9 SM. Warna brilian dan kemewahan Babel menjadi legendaris dari masa Nebukadnezar (604-562 SM), yang diberikan untuk membangun taman gantung yang legendaris. Semua yang tersisa dari kota yang terkenal saat ini adalah gundukan patah bangunan-bata lumpur dan puing-puing di dataran Mesopotamia subur antara sungai Tigris dan Efrat di Irak.




8. Taxila

http://www.athba.net/

Terletak di barat laut Pakistan, Taxila adalah sebuah kota kuno yang dianeksasi oleh Raja Persia Darius Agung pada 518 SM. Pada 326 SM kota ini menyerah kepada Alexander Agung. Diperintah oleh suksesi penakluk, kota ini menjadi pusat Buddhis yang penting.. Taxila adalah kemakmuran di zaman kuno dihasilkan dari posisinya di persimpangan tiga rute perdagangan besar.Karena lokasinya yang strategis, Taxila berkali-kali berpindah tangan selama berabad-abad, dengan banyak kerajaan berlomba-lomba untuk menguasainya. Itu akhirnya dihancurkan oleh Hun di abad ke-5.



9. Sukhotai

http://www.athba.net/

Sukhothai adalah salah satu kota sejarah awal dan paling penting Thailand. Awalnya sebuah kota provinsi dalam kerajaan Khmer Angkor , Sukhothai merdeka pada abad ke-13 dan dijadikan sebagai ibukota bersatu pertama dan independen negara Tai. Kota kuno dilaporkan telah memiliki sekitar 80.000 penduduk. Setelah 1351, ketika Ayutthaya didirikan sebagai ibukota saingan dinasti Tai, pengaruh Sukhothai mulai menurun, dan pada tahun 1438 kota itu ditaklukkan dan dimasukkan ke dalam kerajaan Ayutthaya. Sukhothai ditinggalkan pada akhir 15 atau awal abad ke-16.


10. Timgad 

http://www.athba.net/

Timgad adalah sebuah kota kolonial Romawi di Aljazair yang didirikan oleh Kaisar Trajan sekitar 100 AD. Awalnya dirancang untuk penduduk sekitar 15.000, kota dengan cepat menjadi lebih tinggi spesifikasi aslinya dan meluas di luar grid ortogonal dengan cara yang lebih longgar terorganisir. Pada abad ke-5, kota ini dipecat oleh Vandal dan dua abad kemudian oleh Berber. Kota ini menghilang dari sejarah, menjadi salah satu kota yang hilang dari Kekaisaran Romawi, hingga penggalian di tahun 1881.


11.Mohenjo-Daro

http://www.athba.net/

Dibangun sekitar 2600 SM di masa kini Pakistan, Mohenjo-daro adalah salah satu pemukiman urban di dunia. Hal ini kadang-kadang disebut sebagai "An Ancient Lembah Indus Metropolis". Ia memiliki tata letak yang direncanakan berdasarkan grid jalan-jalan, yang ditata dalam pola yang sempurna. Pada puncaknya kota mungkin memiliki sekitar 35.000 penduduk. Bangunan-bangunan kota yang sangat maju, dengan struktur yang sama terbuat dari batu bata berukuran matahari kering lumpur panggang dan kayu terbakar. Mohenjo-daro dan peradaban Lembah Indus lenyap tanpa jejak dari sejarah sekitar tahun 1700 SM sampai ditemukan pada tahun 1920.


12.  Great Zimbabwe

http://www.athba.net/

The Great Zimbabwe, adalah kompleks reruntuhan batu tersebar di wilayah yang luas di zaman modern Zimbabwe, yang itu sendiri dinamai reruntuhan. Kata "besar" untuk membedakan situs dari banyak ratus reruntuhan kecil, yang dikenal sebagai Zimbabwes, tersebar di seluruh negeri. Dibangun oleh masyarakat adat Bantu, konstruksi dimulai pada abad ke-11 dan berlanjut selama lebih dari 300 tahun. Pada puncaknya, perkiraan adalah bahwa Great Zimbabwe memiliki sebanyak 18.000 jiwa. Penyebab penurunan dan ditinggalkan utama situs telah diusulkan sebagai akibat penurunan kekurangan perdagangan, ketidakstabilan politik dan kelaparan dan air yang disebabkan oleh perubahan iklim.



selengkapnya ===>  34 Kota Hilang yang Terlupakan oleh Waktu